PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA-HASIL DISKUSI FITRI DAN MONICA

 1. Mengidentifikasi mengenai masa awal kedatangan Jepang dengan membuat garis waktu kedatangan Jepang!




2. Menjelaskan faktor yang menyebabkan Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia

Faktor penyebab jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia 

 Kolonialisme merupakan istilah yang berasal dari kata “colonus”, artinya adalah menguasai. Oleh sebab itu, kolonialisme dapat dimaknai sebagai suatu upaya yang dilakukan suatu negara untuk menguasai wilayah tertentu di luar negaranya.

Adapun tujuan dari kolonialisme suatu negara ialah untuk mencapai kekuatan dominan di berbagai bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Hal ini terjadi sebab sebuah negara yang ingin melakukan kolonialisme tidak memiliki kekayaan bumi yang dibutuhkan. Selain itu, sebuah negara yang hendak melakukan kolonialisme merupakan negara superior daripada negara lain.

Faktor penyebab Jepang melakukan kolonialisme di Indonesia karena jepang membutuhkan SDM (sumber daya manusia) yaitu penduduk Indonesia untuk dijadikan tentara melawan sekutu. Sama seperti negara eropa yang menjajah Indonesia, Jepang juga mengincar sumber daya alam di Indonesia yaitu rempah-rempah.

Faktor pendorong Jepang melakukan imperialisme di Indonesia

  1. Terjadinya kelaparan di Negri Jepang
     Kehidupan industri jepang berkembang dengan sangat pesat yang membuat banyaknya lokasi hijau diubah menjadi lokasi industri, karena wilayah jepang terbilang sempit hal ini menyebabkan mereka mengalami krisis pangan dikarenakan hilangnya sebagian besar lahan produksi pangan. Akhirnya terjadi bahaya kelaparan yang menjangkit seluruh wilayah jepang. Sedangkan negara tetangga,  Korea adalah negara yang subur dengan sumber daya yang melimpah, oleh karena itu Jepang melakukan impor dari negara Korea. Tapi karena tidak mungkin untuk melakukan impor terus menerus akhirnya terbesitlah pikiran jepang untuk bisa menguasai korea dengan menjadi negara imperialis agar warga negara mereka tidak lagi terkena bahaya kelaparan.
  2. Jepang butuh lahan pasar dan lahan untuk penanaman modal
    Dikarenakan jepang merupakan negara industri. Tentu mereka butuh lahan pasar untuk memasarkan hasil produksinya. Negeri china merupakan salah satu negeri dengan penduduk yang sangat banyak. Hal ini sangat cocok sekali apabila jepang melakukan pemasaran terhadap penduduk jepang. Dan oleh sebab itulah jepang berfikir bahwa jika mereka melakukan imperialisasi terhadap negeri jepang, mungkin saja mereka bisa memasarkan lebih hasil produksinya. 
  3. Produk Jepang Terhalang Oleh Kuota Impor

    Mereka menekan harga jual di negeri lain dengan menaikkan tarif produk bagi negeri sendiri, atau yang biasa kita dengan dengan istilah politik dumping. Memang di awal waktu, taktik ini sempat berjaya dan berhasil. Namun, dengan tersadarnya para negara menjadi lahan pasar jepang, taktik ini menjadi luluh lantah, dan produk jepang tidak laku terjual. Para negara pasar menyadari bahwa dengan masuknya produk jepang yang notabenenya merupakan produk yang sangat murah meriah, banyak produsen dalam negeri yang bangkrut. Sehingga kekayaan negara mengalami penurunan.

    Dengan adanya pembatasan produk-produk jepang oleh negara pasar, negara jepang mulai meyakini bahwa menjadi negara imperialis adalah pilihan tepat untuk memasarkan produk mereka.

  4. Pekerja Jepang Terbengkalai di Negeri Orang
    Banyak para pekerja lokal yang menganggur akibat masuknya pekerja jepang yang handal namun murah. Maka dilakukanlah proses penyeleksian ketat terlebih dahulu bagi para pekerja jepang yang hendak bekerja di negerinya. Hal ini memang efekti dilakukan. Namun secara langsung, hal ini membuat banyak pekerja jepang yang tebengkalai dan terlantar di negeri orang karena tidak mendapat pekerjaan.

    Keadaan ini sangat disayangkan oleh kaisar jepang, hingga kaisar terbersit untuk mengubah negaranya menjadi negara imperialis agar para pekerja japang dapat bekerja layak dan tidak terbengkalai di negeri orang.

  5. Adanya Ajaran Hakko I Chiu
    Mayoritas penduduk jepang beragama shinto yang merupakan agama asli jepang. Dalam agama tersebut, ada sebuah ajaran yang membuat mereka terbersit untuk menjadi negara imperialis. Yakni adanya ajaran Hakko I Chiu dimana dalam ajaran tersebut, mereka meyakini bahwa seluruh bangsa di dunia ini adalah keluarga dengan jepang sebagai kepala keluarganya. Ajaran ini membuat niatan jepang dan tekad jepang menjadi negara imperialis sangat kuat.

3. Menganalisa kehidupan sosial politik ekonomi budaya massa Jepang

ASPEK SOSIAL

Pemerintahan Jepang saat itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Romusha adalah sistem kerja yang paling kejam selama bangsa Indonesia ini dijajah. Pengerahan romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal tersebut membuat rakyat kita menjadi sengsara. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena sudah meninggal dunia. Selain romusha, Jepang juga membentuk Jugun Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan yang direkrut dari berbagai Negara Asia seperti Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang. Sekitar 200.000 perempuan Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu.

ASPEK BUDAYA

Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia. Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari.Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. 

ASPEK POLITIK

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Golongan nasionalis mau bekerja sama dengan pemerintahan Jepang karena Jepang banyak membebaskan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta, dan juga Sjahrir. Jepang menganggap bahwa golongan nasionalis ini memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia. Saat itu, Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, bertemu dengan Hatta untuk menyatakan bahwa Jepang tidak ingin menjajah Indonesia, melainkan ingin membebaskan bangsa Asia. Karena itulah Hatta menerima ajakan kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak menerima tawaran kerja sama Jepang.

Namun, kemudian Jepang mengeluarkan undang-undang yang terkait pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia. Beberapa di antaranya: 

1. Undang-undang Nomor 2 tanggal 8 Maret tahun 1942, tentang larangan kepada orang Indonesia untuk berserikat dan berkumpul.

2. Undang-undang Nomor 3 tanggal 10 Mei tahun 1942, tentang larangan kepada orang-orang Indonesia untuk memperbincangkan pergerakan atau propaganda perihal peraturan dan susunan Negara.

3. Undang-undang tanggal 22 Juli tahun 1942, tentang larangan pendirian organisasi yang bersifat politik.

ASPEK EKONOMI

Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya. Wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang.

Di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang. 

Kebijakan Ekonomi di Indonesia Era Pendudukan Jepang
1. Menyita asset-asset ekonomi yang penting

2. Adanya kebijakan Self-Sufficiency

3. Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi

 

SUMBER :

http://p2k.unkris.ac.id/id3/3065-2962/Pendudukan-Jepang_29577_p2k-unkris.html
https://www.gramedia.com/literasi/kolonialisme/
https://tulisan.fadillaharsa.id/2019/08/faktor-pendorong-jepang-menjadi-negara-imperialis/
https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang



Komentar